Logo
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) SMA NURUL JADID

Kategori : Sekolah
Dibaca : 2147483648 Kali
Selasa , 21 Januari 2020

Paiton, 21 Januari 2020. SMA Nurul Jadid mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), dengan Tema : “Merdeka Belajar, RPP 1 Lembar”.

Berlatar belakang Ada empat program pembelajaran nasional yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan. Empat program ini disebut sebagai kebijakan pendidikan nasional "Merdeka Belajar", yang meliputi: USBN diganti Assesmen yang diselenggarakan sekolah, tahun 2021 UN diganti Assessmen Kompetensi Minimum, Zonasi PPDB Lebih fleksibel dan RPP 1 lembar (dipersingkat). Arah kebijakan baru penyelenggaraan USBN pada tahun 2020 akan diterapkan dengan ujian yang diselenggarakan hanya oleh sekolah. Ujian tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya). Selanjutnya, mengenai ujian UN, tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya. Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), Kemendikbud tetap menggunakan sistem zonasi dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah. Komposisi PPDB jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, dan jalur perpindahan maksimal 5 persen. Sedangkan untuk jalur prestasi atau sisa 0-30 persen lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah. “Daerah berwenang menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zona. Sedangkan untuk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kemendikbud akan menyederhanakannya dengan memangkas beberapa komponen. Dalam kebijakan baru tersebut, guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Tiga komponen inti RPP terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen. “Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri. Satu halaman saja cukup. Bertolak dari arah kebijakan baru sebagaimana di atas, maka SMA Nurul Jadid memandang perlu untuk segera memulai mempersiapkan 4 kebijakan tersebut dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendiskusikan dan menemukan model atau pola yang sesuai dengan tuntutan kementrian pendidikan. Sehingga diselenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Merdeka Belajar, RPP 1 lembar”.

 

TUJUAN KEGIATAN

Tujuan yang akan dicapai dalam kegiatan FGD ini adalah sebagai berikut :

1. Tujuan umum Kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme guru melalui kegiatan diskusi antar guru mata pelajaran dan implementasi hasil dalam proses pembelajaran.

2. Tujuan Khusus

a. Guru terampil dalam menyusun rencana perangkat pembelajaran (RPP) sesuai dengan kebijakan baru 1 lembar.

 b. Memahami tentang mekanisme dan prosedur pembuatan perangkat pembelajaran

c. Memahami berbagai peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan pembinaan dan peningkatan profesionalisme guru d. Mampu mengidentifikasi aktivitas guru yang signifikan terkait dengan kinerjanya

 d. Mengetahui kebijakan-kebijakan terbaru kementrian pendidikan dan kebudayaan

HASIL YANG DIHARAPKAN

a. Adanya peningkatan pemahaman berbagai peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan pembinaan dan peningkatan profesionalisme guru.

b. Adanya peningkatan pemahaman tentang mekanisme dan prosedur pembuatan perangkat pembelajaran.

c. Adanya peningkatan mampu mengidentifikasi aktifitas guru yang signifikan terkait dengan kinerjanya.

d. Mengetahui permasalahan umum yang dihadapi guru dan mampu memberikan solusi dalam perencanaan pembelajaran.

e. Produk Buku Merdeka Belajar RPP 1 lembar.

 

MANFAAT

 a. Meningkatnya kompetensi guru dalam memahami berbagai peraturan dan kebijakan berkaitan dengan pembinaan dan peningkatan profesionalisme guru.

b. Meningkatnya kompetensi pemahaman entang mekanisme dan prosedur pembuatan perangkat pembelajaran.

c. Meningkatnya kompetensi guru yang terkait dengan kinerjanya.

d. Meningkatnya kompetensi guru dalam mengetahui permasalahan umum yang di hadapi dan mampu memberikan solusi penyelesaianya.

e. Mengetahui proses penyusunan dan penerbitan buku ber-ISBN.