Logo
GERAKAN LITERASI DIGITAL SMA NURUL JADID; TERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS GOOGLE MEET DI MASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19)

Kategori : Sekolah
Dibaca : 2147483648 Kali
Minggu , 15 Agustus 2021

Saat ini Indonesia masih berada dalam masa darurat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang berimplikasi pada berbagai lini kehidupan, salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Walaupun dalam masa pandemi, layanan pendidikan tetap harus diberikan kepada peserta didik semua jenjang termasuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dalam kondisi darurat, sekolah harus bekerja keras dan tetap memberikan tugas dan fungsinya sebagai lembaga pendidikan formal memberikan layanan terbaik kepada peserta didik.

Sebagaimana kebijakan yang telah ditetapkan dan diberlakukan oleh pemerintah, pelaksanaan pembelajaran semester gasal tahun pelajaran 2021/2022 dilakukan dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau non tatap muka. Menyikapi hal ini, maka Pondok Pesantren Nurul Jadid secara maraton

dan intensif melakukan kajian untuk menyiapkan pola PJJ yang tepat untuk diterapkan pada semua satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Jadid, akhirnya diputuskan untuk melakukan pembelajaran dengan moda daring (dalam jaringan) menggunakan platform Google Meet (G-Meet). PP. Nurul Jadid dalam waktu yang sangat singkat menyediakan semua piranti yang diperlukan untuk pembelajaran daring.

a. Persiapan Pembelajaran Moda Daring Tahun Pelajaran 2021/2022

 

SMA Nurul Jadid (SMANJ) sebagai salah satu lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan PP. Nurul Jadid merespon cepat dalam mempersiapkan pembelajaran moda daring untuk menyambut tahun pelajaran baru 2021/2022. Sarana dan prasarana yang telah di-droping

oleh pesantren berupa 35 unit TV Digital, piranti jaringan internet, audio, speaker dan yang lain langsung dilakukan pemasangan di setiap kelas oleh Tim IT SMANJ. Di sisi lain, SMANJ juga menyiapkan sumber daya manusianya dengan melakukan pelatihan pembelajaran moda daring kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK).Pelatihan pembelajaran moda daring berbasis G-Meet diselenggarakan pada tanggal 17 Juli 2021 di Auditorium Putra SMANJ yang dihadiri oleh seluruh GTK formal-Madin, tim IT, wali asuh serta juga dihadiri oleh Biro Pendidikan PP. Nurul Jadid. Rangkaian kegiatan pelatihan dimulai pada pukul 08.30 WIB yang diawali pembukaan dengan membacakan surat Al Fatihah bersama-sama. Disusul dengan acara kedua yaitu sambutan kepala sekolah, Bapak Didik P. Wicaksono, S.Sos., M.Pd. Dalam sambutannya beliau mengawali dan tidak bosan-bosannya mengingatkan 3 program utama sekolah, yaitu 1) Integrasi Program sekolah dengan pesantren, 2) Menjadi Sekolah Unggul (dalam hal Performance, Pelayanan dan Prestasi), Sekolah Penggerak internal dan eksternal (internal: menjadi sekolah herbal, edu-wisata dan sekolah edupreneur; eksternal: menjadi pusat pembelajaran dan/atau pengembangan bahasa Mandarin serta pengelolaan majalah sekolah/ MISI), dan sekolah penyelenggara SKS, 3) Efektvitas dan Efisiensi penggunaan anggaran. Lebih lanjut, beliau juga mengajak semua Civitas Akademika SMANJ untuk terus meng-update dan upgrade pengetahuan dan keterampilan diri masing-masing agar compatible dan adaptif dengan kemajuan teknologi sebagai salah satu alat, sumber belajar dan mitra guru (teacher’s companion) dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Kondisi pandemik bukanlah menjadi penghalang, tapi justru kita gunakan sebagai 

stimulus untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan pembelajaran. Paradigma dan pola pembelajaran sudah berubah, saat ini kita melakukan pembelajaran secara virtual (daring) dan bisa dilakukan dimana saja, dapat menjangkau sekaligus berinteraksi secara langsung dengan murid walaupun berada

di tempat yang berbeda (tidak tatap muka). Walaupun sampai ke luar negeri, kebetulan saat ini ada siswi SMANJ sedang berada di Belanda tetap bisa terlayani dan berada dalam kelas yang sama dengan teman-temannya di sekolah saat KBM berlangsung. Hal inilah yang menjadi potensi dan kompetensi GTK SMANJ sebagaimana keterampilan tuntutan abad 21’’ begitulah inti sambutan kepala sekolah.

Rangkaian acara selanjutnya adalah pengarahan dari Biro Pendidikan PP. Nurul Jadid yang diwakili oleh Kepala Bidang Kurikulum Bapak H. Foni Yusanda, SP. Dalam sambutannya beliau menyampaikan sebagai berikut. “Dalam kondisi darurat kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan secara normal seperti biasanya, namun demikian peserta didik

harus tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran. Pada masa darurat Covid-19, sekolah harus tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan moda daring. Pesantren sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyediakan dan melengkapi semua piranti yang diperlukan dalam pembelajaran daring. Oleh karenanya dimohon kepada semua GTK untuk bisa memanfaatkan dan merawatnya seoptimal mungkin dalam melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) sebagaimana kegiatan KBM biasanya. Sebenarnya dalam pembelajaran, kita hanya terpisah secara ruang saja, namun dalam sisi waktu dan interaksi kita Gladi Bersih Pembelajaran Moda Daring Berbasis G-Meet masih dapat bertatap muka secara virtual, lewat layar monitor laptop/ smartphone dengan TV di kelas siswa masing-masing. Terakhir, diharapkan semua GTK SMANJ untuk menyiapkan materi dan bahan pelajaran yang simpel dan mudah dipelajari oleh peserta didik” begitulah arahannya.

Memasuki acara berikutnya

Yaitu acara inti, pelatihan teknis pembelajaran daring dengan menggunakan platform G-Meet yang dipandu oleh Waka Kurikulum SMANJ, Bpk. Didik Rahwiniyanto, S.Si., M.Pd. dan Tim IT SMANJ. Kegiatan pelatihan diawali dengan me-review dan tanya jawab materi yang sehari sebelumnya telah di-share di grup WA GTK SMANJ. Selesai pematerian dilanjutkan dengan kegiatan praktik secara langsung bagaimana menyiapkan, memulai, melaksanakan pembelajaran dengan platform G-Meet dan mengakhiri pembelajaran. Termin pertama adalah pelatihan teknis KBM Daring dengan menggunakan smartphone. Langkah pertama adalah meng-install aplikasi G-Meet di Smartphone dan memasukkan akun Gmail masing-masing. Selanjutnya GTK praktik membuat link atau kode berulang (permanen) dan belajar mengirimnya ke operator sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan praktik memulai dan melaksanakan pembelajaran, menampilkan atau mempresentasikan materi, melakukan tanya jawab dan mengakhiri KBM. Untuk lebih memahamkan, pemateri memberikan kesempatan kepada salah satu guru untuk mempresentasikan teknisnya dari awal sampai akhir KBM. Untuk selanjutnya termin yang kedua, yaitu pelatihan teknis KBM Daring dengan menggunakan Personal Computer (PC) atau Laptop. Pada kegiatan ini, teknis pelatihan dilakukan sama halnya dengan menggunakan smartphone. Demikianlah rangkaian pelatihan teknis pembelajaran daring dengan menggunakan platform G-Meet mulai awal sampai akhir dengan menghasilkan produk link atau kode berulang (permanen) dari masing-masing guru mata pelajaran.

Persiapan tidak hanya sampai di situ saja, namun SMANJ kembali melakukan gladi bersih KBM Moda Daring berbasis G-meet pada tanggal 20 Juli 2021 pukul 19.30 – 21.00 WIB, dan juga ikut bergabung dari Biro Pendidikan PP. Nurul Jadid. Dalam kegiatan ini, rata-rata semua guru mencoba dan mempresentasikan bahan ajarnya masing-masing, mengingat KBM hari pertama dimulai keesokan harinya Rabu tanggal 21 Juli 2021.

B. Implementasi Pembelajaran Berbasis Google Meet di SMANJ

Sesuai dengan instruksi Kepala Pesantren Nurul Jadid bahwa pelaksanaan pembelajaran semester gasal tahun pelajaran 2021/2022 dilakukan dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring. Pembelajaran daring merupakan bagian dari PJJ yang pembelajaranya secara khusus menggabungkan teknologi elektronika, informatika dan internet. Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilakukan dalam jaringan dan dilakukan secara jarak jauh dengan memanfaatkan berbagai teknologi beserta jaringan internet guna menjangkau suatu target kelompok yang besar dan luas.

Pelaksanaan pembelajaran di SMANJ dilakukan antara guru (di rumah atau di kampus UNUJA) dan peserta didik yang berada di kelasnya masing-masing, di rumah (santri yang belum kembali) dan juga salah satu siswa yang sedang berada di Negara Belanda secara bersama, dalam waktu yang sama mengikuti KBM Moda daring dengan menggunakan platform G-Meet. Berikut tanggapan siswi SMANJ dari Negeri Kincir Angin yang berhasil dihimpun oleh penulis. “Saya Kautsar Luqyana Azri kelas XII IPA3, salah satu peserta didik SMA Nurul Jadid yang mengikuti sekolah online dari Belanda. Sekolah daring ini adalah langkah luar biasa yang diambil oleh sekolah dan pondok pesantren Nurul Jadid dalam ikhtiar pencegahan covid 19. Sangat menyenangkan bagi saya yang saat ini Proses KBM Daring Kelas Putri Siswi SMANJ mengikuti KBM Daring dari Belanda.

berada di rumah bisa kembali belajar bersama dengan guru dan teman teman di kelas. Sekolah dengan sistem seperti ini juga cukup efektif. Guru menjelaskan materi dengan didampingi video pembelajaran sehingga kami lebih mudah dalam memahami. Tidak ada kendala berarti yang saya alami selain masalah jaringan yang beberapa kali terjadi di Indonesia dan perbedaan waktu sekitar

5 jam antara Indonesia dan Belanda. Hal itu membuat saya harus sedia di depan layar sejak pukul 3 dini hari. Semoga pembelajaran online ini tdk mengurangi semangat dan nilai proses belajar mengajar di sekolah kita tercinta SMA Nurul Jadid.” begitulah tuturnya.

Pada dasarnya pembelajaran daring dilakukan untuk memudahkan peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran tanpa harus bertatap muka secara langsung, sebagaimana seperti aturan yang dikeluarkan pemerintah sebagai upaya dalam mengurangi penyebaran virus covid-19. Namun dalam pelaksanaannya, pembelajaran daring memiliki beberapa dinamika. pembelajaran daring, 1) Dapat diakses lebih mudah, 2) Waktu belajar lebih fleksibel, 3) Wawasan yang lebih luas. Sedangkan untuk kekurangan pembelajaran daring, 1) Adanya keterbatasan akses internet, 2) Kurangnya interaksi antara pendidik dengan peserta didik, dan 3) Adanya perbedaan terhadap pemahaman materi. 4) Kurangnya pengawasan dalam proses pembelajaran.

Hal senada disampaikan oleh Ibu Fitrotul Faizah, S.Pd. pengampu mata pelajaran Geografi yang menyampaikan beberapa dinamika yang terjadi bahwa: 1) Pembelajaran daring memang tidak seefektif pembelajaran tatap muka, karena ketika kami lihat di kelas-kelas kemarin ada beberapa anak yangg tidur dan ngobrol sendiri, 2) Keterikatan batin

antara guru dan murid kurang terjalin, 3) Sinyal kadang-kadang hilang, 3) Sebagian siswi tidak terlihat, sehingga guru tidak mengetahui aktivitasnya secara langsung apakah menyimak atau tidak selama dalam proses KBM, 4) Mendorong guru untuk lebih mempersiapkan bahan ajar, 5) Mendorong guru untuk mncari metode2 baru agar pembelajaran daring yang lebih efektif dan efisien.

Pembelajaran moda daring yang dilakukan di SMANJ melibatkan para Wali asuh dari masing-masing wilayah. Wali asuh merupakan relawan dari pesantren yang turut membantu mengawal proses KBM, mulai siswa (santri) berangkat dari asrama ke sekolah, menyiapkan perangkat daring

dan pengawalan selama proses KBM.

Salah satu guru mata pelajaran PKn SMANJ, Ibu Intan Ceria M, S.Pd. menyampaikan bahwa “ kita merasa sangat terbantu dengan adanya wali asuh. Pembelajaran moda daring akan berjalan kondusif, jika peran wali asuh dalam melakukan pengawalan berjalan dengan baik. Tidak segan mengingatkan atau menegur siswa/i yang tidak memperhatikan KBM, mengobrol, berbuat gaduh dan siswa yang datang terlambat. Selain itu pula waktu akan lebih efektif dan efisien jika wali asuh datang lebih awal untuk menyiapkan perangkat pembelajaran moda daring”, begitulah pungkasnya.

Di sisi lain SMANJ juga menjadwal piket harian bagi GTK (4 GTK per hari) yang membantu mengkondisikan pembelajaran daring, sedangkan GTK yang lain work from home (WFH) untuk menyiapkan bahan ajar yang akan disampaikan. Penerapan protokol Kesehatan (6 M) sangat ketat dilakukan selama berada di area sekolah. Para GTK yang mendapat jadwal piket diwajibkan melakukan G-Nose di Klinik PP. Nurul Jadid sebelum memasuki areal sekolah. Selama di sekolah para GTK tidak diizinkan untuk melakukan kontak langsung dengan para peserta didik guna mencegah terjadinya penularan Virus Corona kepada para santri. Kita meyakini bersama bahwasannya para siswa/i SMANJ yang notabene-nya adalah santri berada di pesantren itu bersih dan “suci” dari wabah penyakit. Hal ini diasumsikan karena begitu ketatnya pesantren dalam menerapkan protokol kesehatan dan mengawasi mobilitas santri selama berada dalam pesantren. Santri yang akan kembali ke pesantren wajib menunjukkan bukti hasil Swab – PCR Negatif, sebelum masuk kembali ke asramanya. Selain itu juga pesantren tidak mengizinkan santri yang berada dalam zona hitam wilayah domisilinya untuk kembali ke pesantren dan diwajibkan mengikuti PJJ dari rumah masing-masing.

Demikianlah proses persiapan dan implementasi pembelajaran daring berbasis G-meet yang telah dilakukan selama beberapa minggu terakhir. Kondisi pandemi bukanlah menjadi penghalang ikhtiar SMANJ untuk terus memberikan pelayanan prima kepada seluruh peserta didik dan wali murid/ wali santri PP. Nurul Jadid. Akan tetapi justru menjadi pemicu semangat bagi seluruh GTK SMANJ untuk terus berliterasi di berbagai aspek dalam rangka mengantarkan kesuksesan seluruh lulusan SMANJ pada bidangnya masing-masing. Semoga wabah ini segera berlalu dan seluruh keluarga besar PP. Nurul Jadid, khususnya SMANJ senantiasa dikaruniai nikmat kesehatan dan rezeki yang barokah. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

TETAP SEMANGAT, JANGAN KASIH KENDOR….!!!!
Pewarta: Didik Rahwiniyanto, S.Si., M.Pd.