Logo
IN HOUSE TRAINING (IHT) DALAM RANGKA PENGUATAN PROGRAM SEKOLAH RISET (SR) DAN SEKOLAH BERBASIS RISET (SBR) DI SMA NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO

Kategori : Sekolah
Dibaca : 187 Kali
Sabtu , 25 Juni 2022

SMA memiliki peranan penting dalam menyiapkan dan mengantarkan lulusannya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Seharusnya, sejak dini peserta didik selain fokus untuk menuntaskan standar kompetensi lulusan (SKL) sebagaimana  yang telah ditetapkan oleh Permendikbud Nomor 20 tahun 2016, juga diberikan keterampilan dalam mengaplikasikan metode ilmiah yang merupakan dasar dalam melakukan riset. Agar peserta didik saat menempuh kuliah di perguruan tinggi sudah siap dan compatible dengan iklim pendidikan kuliah yang syarat dengan penelitian-penelitian.

       Kemandirian dan inovasi pada SMA bergantung pada kemandirian kreativitas dan inovasi semua civitas akademika; semua guru pengajar, tenaga kependidikan dan kepala sekolah. Keduanya tidak muncul tiba-tiba menjadi seorang peneliti jika tidak terbiasa atau terlatih dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, perlu adanya suatu strategi dimana setiap peserta didik dan guru SMA memiliki kesempatan untuk dikenalkan lebih awal dengan riset dan publikasi ilmiah. Dan siswa di tingkat sekolah menengah adalah masa terbaik untuk mengenalkan riset secara lebih sistematis, terukur, dan terpola. Berpijak dari pemikiran tersebut, maka Sekolah Berbasis Riset (SBR) atau Sekolah Riset (SR) merupakan solusi alternatif yang dapat ditawarkan untuk mengenalkan dan menumbuhkan budaya pemikiran tersebut, maka Sekolah Berbasis Riset (SBR) atau Sekolah Riset (SR) merupakan solusi alternatif yang dapat ditawarkan untuk mengenalkan dan menumbuhkan budaya riset di kalangan siswa sekolah menengah. 

       Sejalan dengan hal tersebut di atas, maka SMA Nurul Jadid Paiton Proboliggo pada hari Kamis tanggal 23 Juni 2022 kembali mengadakan kegiatan In House Training (IHT) dalam rangka Penguatan Sekolah Riset (SR) dan Sekolah Berbasis Riset (SBR). Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium SMA Nurul Jadid dengan diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan SMA Nurul Jadid, siswa-siswi yang lolos tahap I Peneliti Milenial Award Tahun 2022, guru delegasi dari lembaga formal di bawah naungan Yayasan PP. Nurul Jadid serta guru delegasi dari sekolah sekitar yakni SMA Negeri 1 Paiton dan SMA Unggulan Hafshawati Genggong Pajarakan. Dan, tak lupa pula juga dihadiri oleh Biro Pendidikan PP. Nurul Jadid Paiton Proboliggo. Sedangkan nara sumber yang hadir adalah Bapak Dr. Anas Ahmadi,S.Pd., M.Pd.; Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA).   

                     

       Kegiatan IHT dimulai dengan opening ceremonial yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC) dengan menggunakan 3 bahasa, yakni bahasa Mandarin, Jepang dan Indonesia. Uniknya, MC yang memandu jalannya opening ceremonial adalah siswa kelas X dan XI Program Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya SMA Nurul Jadid, yang dikoordinatori oleh Bapak M. Khodir, M.Ed. Kegiatan dimulai dengan pembukaan yang diawali dengan pembacaan surat Al Fatihah bersama-sama, yang merupakan tradisi pesantren pada setiap momen kegiatan. Dilanjutkan dengan acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala SMA Nurul Jadid; Bapak. Didik P. Wicaksono, S.Sos., M.Pd. dalam sambutannya, beliau menyampaikan hal-hal sebagaimana berikut. “Sekolah Riset (SR) merupakan sekolah yang menjadikan riset sebagai produk akhir dari proses pembelajaran yang dilaksanakan. Sekolah riset diproyeksikan kepada seluruh siswa SMA Nurul Jadid untuk gemar dan terampil dalam merencanakan, melaksanakan dan melaporkan hasil riset agar terbentu iklim sekolah yang kondusif. Sedangkan Sekolah Berbasis Riset (SBR) merupakan sekolah formal yang proses pendidikan dan pengembangannya didasarkan atas prinsip-prinsip riset. Tema riset adalah hal-hal yang terkait dengan permasalahan dalam proses belajar mengajar, pengembangan kurikulum lokal sekolah, penilaian belajar, pengelolaan sekolah, keterlibatan orang tua dan sebagainya. Banyak tema yang bisa diangkat oleh civitas sekolah sebagai salah satu bahan riset, yang hasilnya nantinya akan digunakan untuk mengembangkan dan pengambilan kebijakan sekolah. Tujuan pelaksanaan program SR dan SBR yang kita lakukan adalah untuk meningkatkan kapasitas lembaga dalam pengelolaan sekolah yang bermuara pada peningkatan mutu pendidikan, mengembangkan kemampuan kolaborasi dengan semua pihak yang harmonis dalam meningkatkan mutu pendidikan, menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya membangun kreativitas dan inovasi melalui budaya riset di kalangan siswa, membangun sikap ilmiah pada diri siswa sekolah, mendorong sekolah dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya menjadi suatu keunggulan dan kekhasan.  Beliau juga menyampaikan bahwa program SR dan SBR di SMA Nurul Jadid telah memasuki tahun yang ketiga, dimana telah menghasilkan beberapa prestasi baik guru maupun siswa. Terbaru, saat ini terdapat 19 kelompok peneliti siswa yang lolos tahap I dalam event  Peneliti Milenial Award Tahun 2022 dan 10 Guru yang lolos tahap I Inovasi Teknologi Bidang Pembelajaran Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh BALITBANG Provinsi Jawa Timur yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Selain itu, penguatan SR dan SBR juga komplemen dengan salah satu program yang yang dinamakan SAGUSAKA (satu guru satu karya). Program sagusaka merupakan program inovasi yang bertujuan untuk mengajak guru dalam meningkatkan kompetensi profesionalnya melalui penyusunan karya; dapat berupa penulisan pengalaman belajar terbaik (best practice), penelitian tindakan kelas (PTK), penyusunan bahar ajar (modul pembelajaran, unit kegiatan belajar mandiri/ UKBM, buku teks pelajaran, tutorial pembelajaran), penelitian dan/atau laporan penelitian (individu atau kelompok) atau melakukan kegiatan mendidik dan membimbing siswa untuk meraih prestasi akademik maupun non akademik. Hasil dari program sagusaka sudah dapat dirasakan manfaatnya saat ini, dimana sebanyak 98% bahan ajar dalam bentuk buku teks pelajaran atau modul pembelajaran merupakan hasil karya guru-guru SMA Nurul Jadid. Karya-karya yang dihasilkan oleh guru merupakan bentuk produk pengembangan keprofesian yang berkelanjutan. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa sepandai apapun seorang guru, akan tetapi tidak menghasilkan karya atau tulisan, maka tidak akan pernah ada rekam jejak atau prasastinya. Selain mengukir prestasi, harus juga menghasilkan prasasti” begitulah pungkasnya. 

       Selanjutnya, sambutan kedua disampaikan oleh Biro Pendidikan PP. Nurul  Jadid yang diwakili oleh Kabid GTK Bapak A. Fathorrazi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ?bahwa: “setiap guru PP. Nurul Jadid diharapkan untuk terus mengembangkan dan meningkatkan profesionalismenya. Salah satu bentuk upayanya adalah aktif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti melakukan penelitian tindakan kelas (PTK), penyusunan Best Practice dan penulisan-penulisan karya ilmiah. Dalam hal tulis menulis dan penyusunan karya ilmiah, prinsipnya sangat mudah yaitu tulis apa yang akan dikerjakan dan kerjakan apa yang ditulis. Menulis pada dasarnya berawal dari niat dan kemauan. Sepandai apapun seorang guru, jika tidak memiliki niat dan kemauan maka tidak akan pernah menghasilkan karya tulis. Oleh karena itulah, ke depan PP. Nurul Jadid akan mengeluarkan regulasi yang akan mewajibkan kepada semua guru untuk dapat menulis (dapat berupa jurnal, artikel, best practice, PTK dan Inovasi Pembelajaran) sebagai persyaratan dalam kenaikan pangkat dan jabatan yang akan berdampak pada gaji yang akan diterimanya. Sebagai penutup, beliau berharap bahwa dengan adanya kegiatan In House Training (IHT) dapat menghasilkan karya jurnal, artikel atau karya ilmiah lain lebih meningkat lagi dan berharap sekolah sedapatnya memberikan reward bagi penulis atau peneliti; baik guru ataupun siswa” begitulah tuturnya. Setelah sambutan, beliau langsung membuka acara secara resmi.Setelah kegiatan opening ceremonial selesai, maka langsung dilanjutkan dengan kegiatan inti, yakni pemaparan materi dari nara sumber. Kegiatan ini dipandu oleh Waka Kurikulum SMA Nurul Jadid, Bapak Didik Rahwiniyanto, S.Si., M.Pd. sebagai moderator. Sebagai pembuka, moderator membuka acara dan menyapa audien sekalian dengan menggunakan pengantar bahasa Mandarin. Setelah pengantar  disampaikan moderator mengundang nara sumber dan dilanjutkan dengan membacakan curriculum vitae-nya.

       Nara sumber yang dihadirkan kali ini adalah Bapak Dr. Anas Ahmadi,S.Pd.,  M.Pd.;  yang merupakan Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Mandarin, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Memang tepat dan tidak salah pilih mendatangkan nara sumber, karena beliau merupakan peneliti dan sekaligus penulis yang produktif yang banyak menghasilkan karya, baik di jurnal dalam negeri maupun luar negeri. Secara ringkas tips menulis yang paling sederhana, yang pertama adalah seorang penulis harus memiliki motivasi dan atau kemauan. Hal ini sangat penting sekali bagi seorang penulis, apalagi masih pemula. Dengan adanya motivasi maka kita akan tergerak untuk terus menulis dan menghasilkan karya. Selanjutnya, yang kedua seorang penulis harus memiliki target. Sebagai contoh, pengalaman pribadi beliau adalah mempunyai target minimal mengetik dan menghasilkan tulisan sebanyak 15 lembar setiap hari. Dan yang terakhir adalah harus mengurangi jatah tidur. Menurut beliau secara umum kegagalan seseorang dalam melakukan dan menghasilkan sebuah karya dikarenakan banyak waktu yang terbuang, diantaranya untuk tidur.  Paparan-paparan beliau selama presentasi sangat menginspirasi dan memotivasi para peserta IHT. Dikarenakan karena kompetensinya  yang memang sangat memadai dan disertai dengan joke-joke yang dapat menghilangkan kantuk dan rasa bosan para peserta IHT. Tanpa terasa 2 jam lebih pemaparan materi dan proses diskusi dan tanya jawab yang interaktif dari audien dan pemateri, sehingga kegiatan ini ditutup pada pukul 12.15 WIB. 

              Demikianlah proses jalannya acara inti IHT terselenggara dengan baik dan  antusias, yang kemudian ditutup oleh moderator dengan sebuah pantun: Bu Haji pergi mengaji – pulang-pulang bawa bingkisan, saya akhiri kegiatan hari ini – semoga bermanfaat dan berkesan  (Pewarta: Didik Rahwiniyanto, S.Si., M.Pd)

TETAP SEMANGAT, JANGAN KASIH KENDOR….!!!!