Logo
SMA NURUL JADID PAITON KEMBALI RAIH JUARA 1 NASIONAL

Kategori : Sekolah
Dibaca : 131 Kali
Selasa , 23 November 2021

Setelah berpuasa piala Bahasa Jepang sekitar lima tahun lamanya, tepat pada hari Sabtu (20/11/2021) SMA Nurul Jadid kembali tampil dengan wajah-wajah barunya dalam event “Jiyuu Matsuri” yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta dan “Isshonitanoshi”  yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya, Malang. Sebuah prestasi patut diapresiasi karena lelah dan letih para peserta lomba untuk menampilkan penampilan terbaiknya.  Didampingi oleh seorang sensei yang pernah meraih penghargaan siswa berprestasi Bahasa Jepang 2017 yang senantiasa mendampingi anak didiknya dengan sabar demi tergapainya prestasi yang gemilang.

Setelah sempat gagal pada Festival Jepang Unsoed (FJU), anak-anak kelas Bahasa Jepang berlatih dengan giat lagi tanpa mengenal lelah, sampai harus menghabiskan waktu mereka dan rela membuang kertas-kertas yang dipakai untuk mereka latihan kesehariannya. Sekitar seminggu lamanya menunggu pengumaman setelah proses pengumpulan video berakhir, mereka dianjurkan untuk mengikuti zoom meeting yang telah disediakan oleh panitia lomba. Tepat pada pukul 12.00 dengan semangat yang membara mengikuti zoom pengumuman pemenang lomba Jiyyu Matsuri UNJ dan Ishhonitanoshi Universitas Brawijaya dibacakan.

Dan akhir dari semua perjuangan ini, lelah menjadi Lillah, dengan dukungan penuh dari kepala sekolah SMA Nurul Jadid Bapak Didik P. Wicaksono, S,Sos,I., M.Pd. beserta do’a restu seluruh dewan guru, SMA Nurul Jadid berhasil mengibarkan bendera kemenangannya. Salsyabilla Khairani Rachman berhasil meraih juara 1 Story Telling Bahasa Jepang Tingkat Nasional dalam event Jiyyu Matsuri UNJ, Natasya Putri Salsabilla yang berhasil meraih juara 2 Shodou Tingkaat Nasional dan Nuzha Azimah serta Nanda Tsalitsa yang berhasil meraih juara 1 Yukata Challenge dalam event Isshonitanoshi Universitas Brawijaya, Malang. Hebat,  mereka menjadikan kekalahan sebagai suatu motivasi untuk berkembang lebih jauh kedepannya. Tanpa rencana tidak ada serangan, tanpa serangan tidak ada kemenangan begitu pula sebaliknya.