Logo
SMANJ KEMBALI GELAR FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) BERTAJUK: “BIJAK MEMANFAATKAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN”

Kategori : Sekolah
Dibaca : 2147483648 Kali
Senin , 05 Juli 2021

Senin, 28 Juni 2021 tepat pukul 09.00 WIB SMA Nurul Jadid (SMANJ) kembali menggelar kegiatan FGD untuk yang kesekian kalinya. Tema yang diangkat pada kegiatan ini bertajuk “Bijak Memanfaatkan Teknologi dalam Pembelajaran”. Kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk lebih meningkatkan program kegiatan sekolah melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk semua stakeholder SMANJ, khususnya guru dan tenaga kependidikan (GTK). Kegiatan ini dilaksanakan secara blended (moda daring dan luring/tatap muka) yang diikuti oleh semua GTK yang kebetulan sedang tidak memilki tugas kepengawasan penilaian akhir tahun (PAT) Madrasah Diniyah (MADIN) di waktu yang bersamaan. Dan yang tidak kalah menarik kegiatan ini juga diikuti oleh Koordinator Pengawas Dikmen Jawa Timur Wilayah Probolinggo secara virtual.

Kegiatan FGD dimulai dan dibuka dengan pembacaan Surat Al Fatihah bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan kepala sekolah SMANJ. Dalam sambutannya “Bapak Didik P. Wicaksono, S.Sos., M.Pd., mengawali dengan me-remind 3 program utama SMANJ, yakni: 1) Integrasi Program sekolah dengan pesantren, 2) Menjadi Sekolah Unggul (dalam hal Performance, Pelayanan dan Prestasi), Sekolah Penggerak internal dan eksternal (internal: menjadi sekolah herbal, edu-wisata dan sekolah edu-preneur; eksternal: menjadi pusat pembelajaran dan/atau pengembangan bahasa Mandarin serta pengelolaan majalah sekolah/ MISI), dan sekolah penyelenggara SKS, 3) Efektvitas dan Efisiensi penggunaan anggaran. Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwasannya seluruh GTK SMANJ harus terus meng-update dan upgrade diri masing-masing dalam rangka menghantarkan kesuksesan peserta didik di era revolusi industri 4.0, sebagaimana motto SMANJ: Berwawasan Global (Global Challenge), Berjiwa Nasional (National Interest) dan Kearifan Lokal (Local Wisdom). Berwawasan global yang dimaksud adalah sekolah mampu untuk membekali siswa memasuki era globalisasi sehingga siswa mampu bertindak lokal sebagaimana perilaku santri dengan dilandasi wawasan global. Pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan global dalam aspek ekonomi, seni budaya, SDM, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain ke dalam kurikulum sekolah yang akhirnya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik yang dapat dimanfaatkan untuk persaingan global. Hal ini tercapai salah satunya adalah dengan diterimanya alumni SMANJ di Universitas Al Azhar Kairo Mesir dan China melalui jalur prestasi dan full beasiswa. SMANJ akan terus berbenah untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan (Continous Quality Improvement) melalui penyelenggaraan program-program yang compatible dengan tuntutan zaman di era digital ini dan yang paling penting adalah tetap berkiblat pada pesantren. Terakhir beliau menyampaikan bahwa sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini dan akan terus mendorong pelaksanaan kegiatan serupa dan bahkan jadikan rutinitas bulanan dengan mengusung tema-tema yang up-todate” pungkasnya.

Kegiatan selanjutnya adalah opening statement dan sekaligus pembukaan secara resmi kegiatan FGD oleh Koordinator Pengawas Dikmen Jawa Timur Wilayah Probolinggo  Bapak Drs. Kholis Hasyim, MM. secara virtual, dikarenakan beliau pada saat bersamaan sedang berada di PPPPTK Surabaya mengikuti meeting sekolah penggerak. Dalam arahannya, beliau menyampaikan: “bahwasannya saat ini kita sedang berada dalam era revolusi industri 4.0 yang syarat akan dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intellegence). Semua informasi dapat diakses dengan begitu mudahnya dalam waktu yang singkat, begitu juga dalam dunia pendidikan. Walaupun semua dapat digantikan dengan kecerdasan buatan, akan tetapi peran seorang guru tidak akan dapat digantikan dengan mesin canggih sekalipun. Alat dan media pendidikan, sarana prasarana, multimedia dan teknologi hanyalah media atau alat yang hanya digunakan sebagai teachers’ companion (sahabat – mitra guru). Guru memiliki peran yang amat penting, terutama sebagai agent of change melalui proses pembelajaran. Peran guru dalam era digital ini lebih menekankan pada penguatan pendidikan karakter. Guru harus adaptif dengan perubahan zaman, yakni menjadi guru yang sesuai dengan tuntutan abad 21 dengan memiliki kemampuan 4C: critical thinking, creative, collaboration dan communication” begitu arahannya dan dilanjutkan dengan membuka kegiatan FGD secara resmi.

Memasuki agenda selanjutnya yaitu diskusi, penyampaian pandangan, gagasan dan ide-ide oleh peserta yang dipandu oleh moderator Bapak Juweni, M.Pd. Untuk mengawali dan sekaligus memantik jalannya diskusi, moderator memberikan kesempatan pertama kepada Waka Kurikulum (Didik Rahwiniyanto, S.Si., M.Pd.), disusul dari Waka Humasy (Moch. Kadarusman, S.Pd.), selanjutnya Waka Kesiswaan (Mustafa, S.Pd.I) dan Waka Sapras (Ata Illah, S.Pd). Kesempatan selanjutnya dberikan seluas-luasnya kepada peserta diskusi yang lain. Kegiatan diskusi berjalan sangat dinamis dan interaktif, semua anggota memberikan pandangan dan saling melengkapi satu sama lain dari berbagai sudut pandang (point of view) dan basic keilmuan yang dimiliki. Dari dinamika yang terjadi selama proses diskusi, semua anggota memiliki persamaan pandangan dan persepsi bahwasannya diskusi bertujuan untuk menemukan gagasan dan rekomendasi bagaimana caranya agar semua GTK bijak memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil diskusi secara keseluruhan, ada beberapa poin kesepakatan dan rekomendasi yang dihasilkan, yaitu semua GTK harus 1) mengedepankan pembinaan akhlakul karimah (character building) di era revolusi industri 4.0, 2) terus belajar dan belajar (update ilmu) dalam rangka meningkatkan kompetensi keilmuan, kemampuan serta keterampilan memanfaatkan IT, 3) membimbing, pendampingan dan pengawasan peserta didik dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk proses pembelajaran, 4) pro-aktif mengikuti kegiatan pembelajaran, MGMP, webinar dan program pembelajaran lain baik yang diselenggaran pemerintah (Kemdikbud) atau lembaga swasta, 5) FGD dijadikan kegiatan rutin.

Tidak terasa kegiatan FGD berlangsung selama 3 jam lebih dan menghasilkan beberapa kesepakatan dan rekomendasi terkait tema yang diangkat, maka tepat pukul 12.15 WIB kegiatan FGD dirasa cukup dan ditutup secara resmi oleh Kepala Sekolah  Bapak Didik P. Wicaksono, S.Sos., M.Pd melalui Closing Statement-nya sepakat dan sangat mendukung dari hasil kesepakatan dan rekomendasi yang dihasilkan. Semoga kegiatan FGD selanjutnya dapat berjalan lebih baik dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan SMANJ. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (Pewarta: Didik Rahwiniyanto, S.Si., M.Pd.)

TETAP SEMANGAT, JANGAN KASIH KENDOR….!!!!