Logo
SMANJ KENALKAN JIWA ENTERPRENEUR PADA PESERTA DIDIK

Kategori : Sekolah
Dibaca : 2147483648 Kali
Rabu , 22 September 2021

Zaman ini identik dengan “watak” percepatan dan kecepatan baik dari segi bidang inovasi teknologi, budaya, ekonomi, maupun bidang sosial lainnya. Ini yang oleh Yasraf  Amir Piliang, pengkaji kebudayaan kontemporer, disebut dengan dunia yang berlari; suatu dunia yang membangun peradabannya secara sophisticated, bertujuan pada kemajuan, dan pembaharuan sehingga individu-individu berlomba menciptakan kreativitas dan karya-cipta secara masif. Peradaban ini niscaya dekat dengan keadaan generasi kita saat ini, khusunya generasi yang melek teknologi (gen milenial, y, atau z). Generasi ini dituntut untuk tampil lebih kreatif, berpikir futuristik, dan menciptakan keterampilan yang signifikan untuk kemajuan suatu bangsa. Oleh sebab itu, watak zaman ini mesti disambut dengan pikiran terbuka agar mampu beradaptasi secara global. Dengan artian lain, zaman ini adalah zaman yang berorientasi pada nilai praktis. Aspek praktis ini mengajukan pertimbangan pada daya-guna, disamping kriteria konseptual yang juga mesti diperhitungkan. Dalam ilmu pengetahuan, misalnya, hasil-hasil riset diperuntukkan demi pembangunan baik dari sektor teknologi atau ekonomi. Ilmu pengetahuan itu penting, namun sejauh itu membawa pada daya-guna yang bernilai lebih praktis dan kompromistik bagi kemajuan. Oleh sebab itu, mempelajari ilmu pengetahuan demi pengetahuan itu sendiri tanpa ada tujuan yang membangun sedikit manfaatnya.

Salah satu keterampilan praktis hari ini yang mesti dipelajari adalah keterampilan entrepeneurship; suatu kemampuan kreatif dan inovatif yang mampu menciptakan perubahan. Kemampuan ini jarang dipelajari di bangku sekolah. Keterampilan entrepeneurship ini lebih tercipta dari diri sendiri dan pengamatan atas lingkungannya. Karena sebagian besar sekolah hanya mampu mengajari aspek-aspek konseptual yang non-linear dengan keterampilan mandiri, padahal entrepeneurship bisa menjadi kemampuan yang menguntungkan untuk diri sendiri dan banyak orang. SMA Nurul Jadid tercinta ini telah bergerak memberikan bekal kemampuan keterampilan enterpreneur kepada peserta didiknya, diantranya; membatik, membuat tempe,budidaya jamur tiram, Dll. dengan harapan, keterampilan yang diberikan membantu mereka menciptakan karir mereka sendiri. 
Sudah saatnya mengajari pemuda  (peserta didik) yang melek teknologi agar menyadari kebutuhan yang bertujuan pada perubahan dan daya-guna. Kita tidak hanya tahu apa itu pengetahuan tapi bagaimana pengetahuan itu termanifestasi kedalam laku kehidupan masyarakat, sehingga pengetahuan itu berguna secara holistik. Kita sadari bahwa Pelaku perubahan hari ini memang banyak dari kalangan pemuda maka penting bagi pemuda untuk memulainya. Sangat mungkin bagi pemuda untuk memanfaatkan kekayaan informasi dan melihat situasi-kondisi masyarakat, agar bisa mengaplikasikan ilmunya.  Dengan begitu, agent of change adalah individu yang tidak sekadar mengerti pengetahuan, melainkan memanfaatkannya pada kondisi konkrit di masyarakat. Jaya selalu SMA NURUL JADID.

Pewarta: Juwaeni, M.Pd