Sebanyak 93
siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten
Probolinggo, Jatim, mengikuti ujian kemampuan bahasa Tionghoa atau Hanyu
Shuiping Kaoshi (HSK) yang bertaraf internasional, Minggu (19/5/2024).
Ujian tersebut digelar secara
daring di Ponpes Nurul Jadid itu
bekerja sama dengan Confucius Institute. Puluhan peserta itu berasal dari
berbagai daerah di Indonesia. Peserta yang paling jauh berasal dari Kalimantan
dan Makassar.
Ujian HSK dan HSKK digelar dalam lima sesi berbeda, sesuai
dengan level yang diikuti para peserta, mulai dari HSK level 1 hingga 6 dan
HSKK level 7 hingga 9.
Salah seorang peserta HSK asal Surabaya, Agnes Gracia Matulesi,
mengaku telah mempersiapkan diri selama 45 hari untuk mengikuti ujian HSK level
5.
"Alasan mengikuti HSK adalah untuk mendapatkan jenjang
karir yang lebih bagus di kemudian hari. Kedepan saya ingin membesarkan usaha
yang saya rintis di Lombok, yakni les-lesan bahasa Mandarin," ujar Agnes.
Sementara itu, siswi SMA Nurul Jadid, Paiton, Nabila Lutfi
Alfia, merasa sangat terbantu dengan digelarnya HSK di sekolahnya. Ia
menyatakan bahwa ujian ini mempermudah siswa yang ingin melanjutkan pendidikan
di Tiongkok.
"Tantangan ketika belajar bahasa Mandarin memang susah,
karena sangat berbeda dengan bahasa ibu kita, dari cara pelafalannya saja sudah
beda arti. Tapi karena ada sesuatu yang memotivasi saya, jadi tetap semangat
mempelajari bahasa Mandarin," katanya.
Wakil Kepala Bagian Kesiswaan SMA Nurul Jadid, Paiton, Slamet
Santoso, mengatakan bahwa ujian HSK awalnya digelar untuk kebutuhan siswa.
Namun, dari tahun ke tahun, minat peserta dari luar sekolah juga meningkat.
Tidak hanya dari dalam provinsi, peserta juga datang dari luar provinsi.
"Kita mendapatkan lisensinya dari Confucius Institute pada
2017, dan melaksanakan HSK pertama kali pada 2018. Sampai sekarang, sudah ke-16
kalinya kita melaksanakan HSK dengan total peserta mencapai 670, dan digelar
secara online," jelas Slamet.
Ia menyampaikan bahwa ujian HSK sengaja diadakan sebagai bekal
siswa dalam menghadapi dunia politik, sosial, dan pergeseran kekuasaan pada era
mendatang. Melalui ujian HSK tersebut, ratusan siswa SMA Nurul Jadid telah
mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di universitas-universitas di
Tiongkok.
Tulis Komentar